Tahukah kamu, pohon yang jadi saksi kebesaran Nabi Muhammad masih hidup sampai sekarang? Begitu juga cabang Bodhi, pohon ara tempat sang Buddha mendapatkan wahyu yang masih tersimpan di salah satu hutan Sri Lanka hingga saat ini.
Pohon-pohon yang menjadi saksi bisu sejarah penting umat manusia ini masih bertahan meskipun sudah melalui ratusan hingga ribuan tahun.
1. Pohon Kalayaan, Filipina.
Pohon ini diberi nama Kalayaan yang berarti pohon kebebasan.
Letaknya di Filipina. Pohon ini ditanam oleh Jenderal Emilio Aguinaldo pada
masa Konvensi Malolos. Kalayaan merupakan saksi penting dalam sejarah Revolusi
Filipina. Di sinilah tempat pertemuan para petinggi Katipunan, kelompok
revolusioner yang tengah berjuang memerdekakan Filipina dari Spanyol. Mereka
mengadakan pertemuan rahasia dan mengatur strategi tepat di bawah pohon ini.
Sekarang di bawah Kalayaan ditempatkan sejumlah patung yang menggambarkan perundingan anggota-anggota Katipunan. Sosok yang terlihat di sana antara lain Gregorio del Pilar, Jenderal Isidoro Torres, Don Pablo Tecson, Padre Mariano Sevilla, dan Dona Basilia Tantoco, salah satu pejuang kemerdekaan wanita Filipina.
Sekarang di bawah Kalayaan ditempatkan sejumlah patung yang menggambarkan perundingan anggota-anggota Katipunan. Sosok yang terlihat di sana antara lain Gregorio del Pilar, Jenderal Isidoro Torres, Don Pablo Tecson, Padre Mariano Sevilla, dan Dona Basilia Tantoco, salah satu pejuang kemerdekaan wanita Filipina.
2. Pohon Sahabi, Yordania.
Pohon yang pernah menyaksikan kebesaran Nabi Muhammad sebelum
diangkat menjadi rasul ternyata masih hidup hingga saat ini. Pohon sahabi
(pohon yang terberkati) ini tumbuh subur di bagian utara padang pasir Yordania.
Pohon tua ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira atau Buhaira dengan Nabi Muhammad. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibnu Hisham, Ibnu Sa'ad al-Baghdadi, dan Muhammad Ibnu Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi bocah lelaki tersebut.
Pohon sahabi sudah melewati 1400 tahun sejarah manusia. Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara. Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.
Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya. Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.
Pohon tua ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira atau Buhaira dengan Nabi Muhammad. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibnu Hisham, Ibnu Sa'ad al-Baghdadi, dan Muhammad Ibnu Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi bocah lelaki tersebut.
Pohon sahabi sudah melewati 1400 tahun sejarah manusia. Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara. Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.
Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya. Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.
3. Jaya Sri Maha Bodhi, Sri Lanka.
Jaya Sri Maha Bodhi adalah pohon ara keramat yang berada di
Anuradhapura, Sri Lanka. Pohon tersebut dipercaya sebagai cabang pohon Sri Maha
Bodhi yang ada di Bodh Gaya. Seperti diketahui bersama, Siddharta Gautama sang
Buddha mendapatkan pencerahan ketika duduk di bawah pohon tersebut.
Lokasi tempat pohon ini berada dianggap sebagai salah satu situs sejarah paling penting di Sri Lanka. Setiap tahun, tempat ini menjadi tujuan ziarah populer bagi umat Buddha dari seluruh dunia.
Jaya Sri Maha Bodhi terlindung oleh pepohonan ara yang melingkupinya. Pada tahun 2014, pemerintah Sri Lanka melarang pembangunan dalam radius 500 meter dari situs Jaya Sri Maha Bodhi.
Lokasi tempat pohon ini berada dianggap sebagai salah satu situs sejarah paling penting di Sri Lanka. Setiap tahun, tempat ini menjadi tujuan ziarah populer bagi umat Buddha dari seluruh dunia.
Jaya Sri Maha Bodhi terlindung oleh pepohonan ara yang melingkupinya. Pada tahun 2014, pemerintah Sri Lanka melarang pembangunan dalam radius 500 meter dari situs Jaya Sri Maha Bodhi.
4. Caesarsboom, Belgia.
Cesarsbum atau pohon Cesar adalah pohon tua yang diyakini
sebagai bagian dari sejarah kejayaan Julius Cesar. Pohon yeu ini tumbuh di Lo,
Vlaanderen, Belgia. Konon Caesar sempat berteduh dan mengikatkan kudanya di
Cesarsbum dalam upaya penaklukannya atas Belgia.
Sebuah sumber membuktikan kebenaran sejarah Cesarsbum. Dalam sumber literatur tersebut tertulis kalau Cesarsbum tumbuh di dekat sebuah bangunan dengan ciri-ciri yang sama persis dengan rumah di samping Cesarsbum pada abas 15. Namun sumber lain menyebutkan kalau rute yang dilalui Cesar pada saat penaklukan Belgia tidak melalui kota Lo.
Tak diketahui berapa usia pasti Cesarsbum. Menurut perkiraan, pohon itu sudah berumur 2000 tahun. Sekarang pohon ini diabadikan sebagai monumen nasional Belgia.
Sebuah sumber membuktikan kebenaran sejarah Cesarsbum. Dalam sumber literatur tersebut tertulis kalau Cesarsbum tumbuh di dekat sebuah bangunan dengan ciri-ciri yang sama persis dengan rumah di samping Cesarsbum pada abas 15. Namun sumber lain menyebutkan kalau rute yang dilalui Cesar pada saat penaklukan Belgia tidak melalui kota Lo.
Tak diketahui berapa usia pasti Cesarsbum. Menurut perkiraan, pohon itu sudah berumur 2000 tahun. Sekarang pohon ini diabadikan sebagai monumen nasional Belgia.
5. Pohon Chankiri, Kamboja.
Chankiri, nama pohon ini berarti pohon pembunuhan. Nama yang terdengar menyeramkan ini berkaitan dengan periode terkelam dalam sejarah Kamboja. Pohon Chankiri adalah bagian dari Ladang Pembantaian Khmer Merah. Situs ini digunakan oleh pasukan Khmer Merah untuk membantai warga sipil yang dianggap berkhianat terhadap rezim Khmer Merah.Pada masa itu, Khmer merah melakukan pembantaian besar-besaran. Warga yang dianggap bersalah disiksa sampai terpaksa mengaku, kemudian dibunuh dengan hantaman palu. Anak-anak mereka yang masih kecil juga ikut dihabisi. Kepala mereka dihantamkan ke Pohon Chankiri keras-keras hingga tewas. Tujuannya adalah agar kelak mereka tak bisa menuntut balas atas kematian orang tua mereka.
Sekarang Pohon Chankiri dan seluruh situs Ladang Pembantaian diabadikan sebagai monumen bersejarah untuk mengingatkan dunia atas kebrutalan rezim Khmer Merah dan sebagai penghormatan kepada para korban.
6. Chene Chapelle, Prancis.
Chen Chapelle adalah sebuah pohon ek legendaris yang ada di
Allouville, Prancis. Pohon ini diperkirakan berusia 800 sampai 1200 tahun.
Pohon ini sudah ratusan tahun mati karena tersambar petir. Namun rongga di
dalamnya telah disulap menjadi dua kapel pada tahun 1669. Sampai sekarang kapel
tersebut masih difungsikan.
Menurut legenda setempat, William Sang Penakluk sempat berteduh di bawah pohon ini dalam salah satu ekspedisinya. Selama masa Revolusi Prancis, pohon ini menjadi lambang dari sistem pemerintahan tiran yang dikendalikan oleh kerajaan dan gereja. Warga Prancis sempat hendak membakar pohon ini pada saat pemberontakan. Namun sampai saat ini Chen Chapelle masih tegak berdiri.
Menurut legenda setempat, William Sang Penakluk sempat berteduh di bawah pohon ini dalam salah satu ekspedisinya. Selama masa Revolusi Prancis, pohon ini menjadi lambang dari sistem pemerintahan tiran yang dikendalikan oleh kerajaan dan gereja. Warga Prancis sempat hendak membakar pohon ini pada saat pemberontakan. Namun sampai saat ini Chen Chapelle masih tegak berdiri.
ConversionConversion EmoticonEmoticon