Mengaku mendapat wahyu saat salat malam, Gus Jari, alias Raden Aryo 40 tahun, warga asal Dusun Gempol, Desa Karang pakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, membuat pengakuan yang mengejutkan, yakni sebagai Isa Habibullah dan mendapat wahyu akhir zaman. Bahkan pengikut Jari, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Kahuripan ini, sudah mencapai 100 orang.
Diakuinya, wahyu tersebut dia terima tahun 2004 lalu, ketika 'mondok' di salah satu Ponpes di Desa Brangkal, Kecamatan Soko, Kabupaten Mojokerto.
"Pada waktu itu saya sedang salat malam. Ketika sujud, dada saya serasa ditekan, bersamaan dengan itu saya mendapatkan panggilan, sebanyak tujuh kali dengan panggilan Yasin. Dari situ saya mendapatkan petunjuk, bahwa saya sebagai Isa Habibullah atau kekasih Allah," kata Jari kepada wartawan saat ditemui di rumahnya.
Dalam pengakuanya, Jari juga bisa berkomunikasi langsung dengan malaikat dan juga Tuhan. Tak hanya itu, dalam isi wahyu yang dia terima, dirinya harus meluruskan ajaran, atau tafsiran yang menurutnya belum tepat, alias melenceng.
Namun dirinya ,tidak menjelaskan seperti apa ajaran agama Islam yang melenceng menurut keyakinannya. "Dalam wahyu yang saya terima, akan datang tanda akhir zaman, yang perlu pelurusan syariat, tarekat, hakikat dan makrifat," pungkas Jari.
Selain itu ada pemandangan menarik di beberapa ornamen masjid. Salah satunya terdapat batu yang diletakkan di samping imaman masjid. Menurut salah satu pengikutnya, batu itu sebagai Nur Muhammad atau cahaya nabi, di mana dalam petunjuknya, ingin ditaruh di dalam masjid yang tepat disisi kanan imam. Selain itu ada juga gambar tokoh pewayangan di antaranya Semar, Wisanggeni di kaca luar masjid. Sedangkan di dalam kubah, terdapat gunung-gunungan wayang.
"Pengikut ada sekitar 100 orang, yang sudah menjadi pengikut di pondok ini. Dalam petunjuk yang diterima Gus Jari, batu ini diambil dari Gunung Lawu, dan memang dimintai ditempatkan di sini oleh Nur Muhammad," ujar pengikut yang enggan disebutkan namanya itu di lokasi.
Penyelenggara Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim sendiri mengaku sudah mendapatkan informasi ini, dan mengindikasikan ada sesuatu yang janggal. Pihaknya sudah melakukan pemantauan terkait ajaran yang diberikan pengasuh Pondok Pesantren Kahuripan.
"Sudah kita pantau, dan mintai keterangan terhadap ajaran yang diberikan kepada pengikutnya. Sebab dalam pantauan yang pihaknya lakukan, dirinya menemukan bahwa, ada salah satu ajaran yang dianggap melenceng," jelas Ilham.
Di antaranya pengakuan oleh Jari, selain dirinya mengaku mendapatkan wahyu dari Tuhan, dalam pengucapan dua kalimat syahadat yang dibaca ada perbedaan. " Karena dalam syahadat jemaah ini menambahkan kata Wal Isa habibulloh. Ini jelas melenceng dari ajaran Islam," tegas Ilham.
Kenapa dikatakan melenceng? Karena menurut Ilham, ada sepuluh kriteria aliran yang dianggap sesat menurut kriteria Majelis Ulama Indonesia .
"Ada beberapa kriteria yang diajarkan Jari yang bisa dianggap sesat. Namun hingga saat ini dirinya masih melakukan pendekatan secara persuasif dengan jemaah tersebut," pungkas Ilham.
10 Kriteria aliran sesat dimaksud antara lain :
1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran
dan sunnah.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang
telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat
wajib tidak 5 waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan
muslim hanya karena bukan kelompoknya.
ConversionConversion EmoticonEmoticon