7 Suku Yang Mempunyai Tradisi Seks Teraneh Di Dunia

Tahukah Anda, dalam berbagai kebudayaan maupun tradisi kuno, terdapat praktik aneh terkait hubungan seksual. Hal ini biasanya terjadi karena kontur wilayah, iklim, dan geografis suku-suku tersebut. Berikut beberapa praktik seksual aneh dari berbagai suku di dunia.

1. Suku Sambian
Suku dari Papua Nugini ini memiliki praktik aneh dalam tradisi seksual mereka. Tradisi mereka mengharuskan anak laki-laki berusia 7-10 tahun dipisahkan dari anak perempuan. Selama periode tersebut, mereka akan menjalani tindikan, pendarahan hidung, dan harus minum air mani dari prajurit terkuat di desa.

2. Suku Trobriander
Masih dari Papua Nugini, suku yang satu ini mengajarkan pendidikan seksual kepada anak secara nyata. Dengan kata lain, anak-anak di suku Trobriander telah dibiarkan terlibat sejak usia dini. Bila anak laki-laki dilibatkan dengan aktivitas seksual pada usia 10-12 tahun, anak perempuan sejak usia 6 tahun.

3. Suku Mangaia
Dalam tradisi suku Mangaia, sebuah pulau di Samudera Pasifik Selatan, anak laki-laki berusia 13 tahun akan diajarkan untuk berhubungan seks dengan wanita yang lebih tua. Hal ini dilakukan agar mereka dapat menyenangkan pasangannya ketika menikah kelak.

4. Suku di Austria
Di pedesaan Austria, ada suku yang mengharuskan perempuan muda melakukan tarian ritual dengan irisan apel di ketiak mereka. Selanjutnya, irisan apel tersebut diberikan pada pria pilihannya untuk dimakan.
5. Suku Kreung
Para tetua dari suku Kreung di Kamboja membangun "pondok cinta" untuk putri remaja mereka. Selanjutnya, anak laki-laki yang berbeda akan dibiarkan menghabiskan malam di sana sampai si perempuan dapat menemukan pasangan yang cocok dan menghabiskan hidup dengan pria pilihannya.

6. Suku Wodaabe
Suku di Nigeria, Afrika Barat ini memiliki praktek unik pula. Mereka biasanya menikahkan anak-anak pada masa pertumbuhan. Akan tetapi, pada festival tahunan Gerewol, pria Wodaabe akan memakai make up dan kostum lalu mereka akan berpura-pura menculik istri orang lain. Jika berhasil, derajat mereka akan diakui oleh masyarakat umum.

7. Suku Muria
Suku Muria dari Chattisgarh memiliki budaya yang sangat membebaskan hubungan seksual. Mereka memiliki asrama di mana remaja baik pria maupun wanita diajarkan untuk berlatih seks pranikah. Kadang-kadang hanya dengan satu orang, kadang-kadang dengan banyak orang. Pokoknya, mereka memberlakukan hubungan seksual tanpa menekankan ikatan emosional.
Previous
Next Post »